Turbulensi Dalam Dunia Penerbangan

Turbulensi Dalam Dunia Penerbangan

Turbulensi Dalam Dunia Penerbangan

Turbulensi Dalam Dunia Penerbangan – Bagi kalian yang pernah naik pesawat pasti pernah mengalami sebuah guncangan-guncangan atau bahkan hempasan yang datang secara tiba-tiba. Hal tersebut akan membuat sebagian orang berteriak kareka ketakutan dan kaget.

Nah, dalam dunia penerbangan  peristiwa tersebut disebut dengan turbulensi. Peristiwa tersebut tentu sangat menakutkan dan memberi tekanan mental yang tinggi bagi penumpang. Jadi, ketika terjadi hal demikian baiknya kita pelajari apa itu turbulensi beserta penyebab dan dampaknya.

Turbulensi pada dasarnya terjadi karena adanya perubahan secara tiba-tiba dari kecepatan aliran udara yang ada di sekitar pesawat yang dapat terjadi dalam skala kecil atau sedang dann jangka waktu tertentu ketika pesawat sedang terbang. Inilah beberapa penyebab terjadinya turbulensi diantaranya:

 

  1. Thermal Turbulence (Turbulensi Panas)

Turbulensi panas ini biasa terjadi pada ketinggian sekitar 6.000 meter sampai 30.000 meter di atas permukaan laut. Hal ini terjadi ketika suhu udara yang hangat dari permukaan bumi naik ke udara dan berbenturan dengan udara yang lebih dingin di atmosfer.

Nah, pada prosesnya udara yang lebih hangat dan tidak stabil akan naik dan udara yang dingin serta stabil akan turun. Hal ini terjadi karena udara yang lebih hangat memiliki densitas yang lebih rendah dan akan naik ke atas lapisan udara yang lebih dingin.

Ketika arus udara ini menabrak suatu pesawat maka terjadilah turbulensi atau guncangan. Turbulensi termal biasanya terjadi pada tengah hari ketika suhu udara permukaan telah menghangat sampai pada suhu maksimum.

 

  1. Mechanical Turbulence (Turbulensi Mekanis)

Turbulensi ini disebabkan oleh pergerakan arus udara permukaan yang terhalang oleh struktur fisik seperti gunung, bangunan yang tinggi dan lain sebagainya. Hal itu akan menyebabkan arah aliran udara menyebar ke samping, ke atas atau bahkan berputar. Turbulensi mekanis ini mempengaruhi lapisan atmosfer sampai dengan sekitar 6000 meter di atas permukaan laut.

 

  1. Shear Turbulance (Turbulensi Geseran)

Turbulensi ini disebabkan oleh adanya perubahan arah angin secara mendadak, di mana ketika arah angina berubah baik secara vertical maupun horizontal dalam jarak yang dekat. Hal ini terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara pada suatu area. Turbulensi geseran ini terjadi sepanjang perbatasan antara dua aliran udara yang bergerak berlawanan arah.

 

  1. Aerodynamic Turbulence (Turbulensi Aerodinamika)

Turbulensi ini sering disebut juga Wake Turbulance yang terjadi melalui gerakan pesawat saat terbang di udara. Bahkan pesawat yang terbang di posisi belakang atau sampingnya berpotensi terkena turbulensi ini. Nah, semakin besar ukuran si pesawat, maka semakin besar pula efek turbulensi ini.

 

Lalu berdasarkan intensitasnya, turbulensi terbagi menjadi dalam 4 tingkat diantaranya:

  1. Light Turbulence (Turbulensi tingkat 1)
  2. Moderate Turbulence (Turbulensi tingkat 2)
  3. Severe Turbulence (Turbulensi tingkat 3)
  4. Extreme Turbulence (Turbulensi tingkat 4)

 

Jadi, semakin tinggi tingkatan turbulensi maka semakin besar juga resikonya yang terjadi. Tapi selain tingkatan turbulensi di atas, terdapat pula pada umumnya disebut Clear Air Turbulence (CAT). Turbulensi CAT ini dapat terjadi secara tiba-tiba begitu saja bahkan di cuaca yang cerah dan dapat terjadi kapan saja sepanjang rute penerbangan.

Turbulensi ini juga tak dapat dideteksi oleh radar dan tidak ada satu pun alat kockpit yang bisa memberikan peringatan kepada pilot kalau sewaktu-waktu datang turbulensi ini.

Sebenarnya turbulensi CAT ini sifatnya berbahaya karena terjadi secara mendadak, sehingga tidak ada waktu bagi crew pesawat untuk memperingati penumpang. Turbulensi CAT juga sering menyebabkan cedera pada penumpang maupun crew pesawat. Jadi, harus tetap ingat untuk memakai sabuk pengaman untuk mengantisipasi jika terjadi benturan atau cidera akibat turbulensi.

Baca: 4 Pesawat yang Paling Banyak Digunakan untuk Maskapai Komersil

Nah, itulah informasi seputar turbulensi yang harus kamu ketahui dalam dunia penerbangan. Untuk mengetahui lebih dalam soal turbulensi ini bisa kamu dapatkan di pendidikan sekolah penerbangan. Jika kamu berminat mengikuti sekolah penerbangan, di Diklat NASA bisa menjadi pilihan terbaik untuk masa depan dirimu yang cemerlang. Yuk, daftarkan segera dan wujudkan cita-citamu bersama Diklat NASA!

No Comments

Post A Comment

Hubungi Kami
Daftar Kelas di Diklat NASA
Halo, Admin diklat NASA. Saya lihat website nasa.or.id dan ingin bertanya mengenai pendidikan di Diklat NASA. Berapa biaya pendidikan diklat NASA?