Pilihan Cara Merapikan Gigi Bagi Calon Pramugara/i

Pilihan Cara Merapikan Gigi Bagi Calon Pramugara/i

Pilihan Cara Merapikan Gigi Bagi Calon Pramugara/i

Pilihan Cara Merapikan Gigi Bagi Calon Pramugara/i – Gigi yang sehat dan kebersihan mulut adalah daftar persyaratan Pramugara/i yang sangat penting. Pramugara/i harus menghadirkan penampilan gigi yang sehat, bersih dan alami.

Bayangkan saja jika Pramugara/i mempunyai senyum yang indah, tapi giginya ompong atau tidak rata. Enggak banget kan? Senyum yang indah itu tidak akan berarti apa-apa tanpa gigi yang rapi, bersih dan sehat. Lalu adakah pilihan cara untuk merapikan gigi bagi calon Pramugara/i?

Ada beberapa masalah pada gigi seperti gigi gingsul, ompong, berlubang dan tidak rata. Namun dari permasalahan gigi tersebut bisa dilakukan pengobatan ke dokter gigi. Adapun pilihan cara untuk merapikan gigi diantaranya:

  1. Menggunakan Gigi Palsu

Jika kamu memiliki gigi berlubang bisa ditindak dengan menggunakan gigi palsu atau bisa juga untuk menggantikan gigi yang tidak rapi. Cara ini menjadi cara paling cepat dilakukan untuk membuat gigimu terlihat rata dan lebih rapi. Jika kamu memang berniat dan bersungguh-sungguh menjadi seorang Pramugara/i bisa menggunakan cara yang satu ini.

  1. Operasi Pengangkatan Gigi Gingsul

Sebenarnya dengan punya gigi gingsul tidak terlalu mempermasalahkan penampilan. Malahan banyak yang beranggapan jika memiliki gigi gingsul itu akan semakin mempercantik dan semakin manis penampilannya. Akan tetapi jika kamu merasa memiliki gigi gingsul itu mengganggu, kamu bisa lakukan operasi pengangkatan gigi gingsul. Semuanya kembali lagi pada setiap maskapai penerbangan, apakah masih bisa diterima atau tidak jika memiliki gigi gingsul.

  1. Operasi Meratakan Gigi Kelinci

Gigi yang tidak rata tentu saja dapat mengganggu penampilan. Hal simple yang bisa membuat orang lain merasa senang ialah dengan tampilan senyuman yang enak dipandang. Jika gigi bagian depan atau gigi kelincimu kurang proporsional, kamu bisa lakukan operasi untuk meratakan gigi kelinci.

  1. Memakai Kawat Behel

Salah satu alasan mengapa orang memakai kawat gigi atau behel adalah untuk merapikan gigi mereka yang tidak rata. Tapi, apakah Pramugara/i boleh pakai behel? Sayangnya pemakaian kawat gigi atau behel memang benar-benar tidak diperbolehkan, karena perusahaan maskapai punya aturan grooming yang sangat ketat dan gigi harus terlihat rapi.

Jika kamu dekat dengan masa akhir perawatan gigi dan akan segera mencopot kawat gigi atau behelmu, coba jelaskan dengan jujur pada saat interview kepada penginterview bahwa masa perawatan gigimu hampir berakhir dan behel akan segera dapat dilepas. Maka, mereka mungkin saja akan mengizinkan. Akan tetapi semua kembali lagi tergantung pada kebijakan masing-masing maskapai.

Nah, itulah beberapa pilihan cara untuk merapikan gigi bagi calon Pramugara/i. Hendaknya kamu bisa merawat dan menjaga gigimu agar tetap bersih dan sehat. Senyuman adalah harta berharga bagi Pramugara/i. Untuk menunjang senyum manis tersebut, kamu juga perlu gigi yang sehat, bersih dan rapi. Bayangkan saja jika gigimu kotor, berlubang, dan tidak rapi, bisa-bisa penumpang atau orang lain yang melihatnya pun jadi illfeel.

Perlu diingat bahwa bukan hanya senyuman saja yang diperhitungkan. Sikap Pramugara/i yang berkharisma, keramahan dan keunikan bisa jadi nilai tambah bagi awak kabin ini. Tentu setiap orang pun memiliki senyum dengan karakterisitik yang berbeda-beda.

Baca: 8 Tips Menaikkan Tinggi Badan Bagi Pramugari dan Pramugara

Bagaimana, sudah siapkah kamu dengan penampilan gigimu yang rapi untuk menjadi seorang Pramugara/i? Jika belum maksimal, bisa lakukan perawatan gigi dari sekarang supaya nanti saat waktunya telah tiba pendaftaran dan sampai pada tahap interview, kamu sudah memenuhi persyaratan ini yaitu memiliki gigi yang rata, rapi, dan bersih. Jaga selalu kesehatan gigimu ya!

No Comments

Post A Comment

Hubungi Kami
Daftar Kelas di Diklat NASA
Halo, Admin diklat NASA. Saya lihat website nasa.or.id dan ingin bertanya mengenai pendidikan di Diklat NASA. Berapa biaya pendidikan diklat NASA?